Desa Watuagung secara administratif berada di ujung timur dari Kabupaten Banyumas. Desa ini merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Tambak dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Kebumen pada sisi timur serta Kabupaten Banjarnegara pada sisi utaranya.
Jumlah penduduk desa ini berdasarkan survei demografi terakhir berjumlah 10.781 jiwa. Kondisi fisik Desa Watuagung dibentuk oleh dataran rendah berupa persawahan dan wilayah perbukitan yang didominasi oleh bentangan hutan pinus milik PT. Perhutani. Luas hutan pinus yang ada mencapai 1.014,40 ha.
Bentang Hutan Pinus di Desa Watuagung
Desa Watuagung berada dalam bentangan perbukitan bagian selatan Jawa Tengah dan Puncak tertingginya berada di Bukit Mahameru. Pemandangan di puncak bukit tersebut cukup menarik karena pemandangan ke bagian selatannya berupa bentang alam Kabupaten Banyumas, Kabupaten Cilcap, dan Kabupaten Kebumen. Samudera Hindia juga terlihat cukup jelas pada saat cuaca cerah.
Disisi lain, bentang Desa Watuagung secara fisik juga dibelah menjadi 2 bagian oleh sebuah sungai yaitu Kali Tambak, beberapa orang menyebut Kali Tambak sebagai Kali Watuagung. Batuan cadas yang menjadi dasar dari sungai tersebut membentuk bentang alam yang eksotis serta menjaga kejernihan air yang ada.
Sungai Tambak atau Sungai Watuagung di Desa Watuagung, Kecamatan Tambak
Peruntukan Ruang Desa Watuagung berdasarkan Perda Kabupaten Banyumas no. 10 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Kabupaten Banyumas tahun 2011 - 2031 dibagi menjadi 3 zona pemanfaatan yaitu kawasan pertanian lahan basah, kawasan lindung rawan longsor, dan kawasan hutan produksi terbatas.
Kawasan pemanfaatan pertanian lahan basah berada di sebelah selatan dari Desa Watuagung yang berbatasan dengan Desa Purwodadi dan Desa Tambak. Sedangkan kawasan lindung rawan longsor dan kawasan hutan produksi terbatas berada di bagian tengah serta utara desa. Pada lokasi yang direncanakan sebagai kawasan lindung dan kawasan hutan produksi, kondisi eksistingnya berupa perbukitan terjal yang masih didominasi oleh keberadaan hutan dengan vegetasi pohon pinus serta tanaman tahunan lainnya.
Kondisi topografi yang berbukit juga menyebabkan penyebaran pusat permukiman di desa ini tidak merata dan tersebar pada titik titik tertentu atau penduduk setempat menyebut pusat permukiman tersebut sebagai grumbul - grumbul. Salah satu grumbul yang ada merupakan grumbul peninggalan zaman kerajaan jawa hindu yang masih terjaga tradisinya, grumbul yang terdiri dari 2 RT tersebut disebut seagai grumbul siwukan.
Salah Satu "grumbul" di Desa Watuagung, Kecamatan Tambak
Bentang alam Desa Watuagung yang alami dan terjaga keasriannya juga menjadi sorga bagi berkembangnya flora maupun fauna tropis diwilayah tersebut. Semoga dengan berbagai aturan yang ada khususnya aturan tata ruang, Desa Watuagung menjadi salah satu desa di Kabupaten Banyumas yang berkharakter, maju, serta terjaga alamnya.












