MEDIA KOMUNIKASI & INFORMASI MENGENAI PERENCANAAN, PEMANFAATAN & PENGAWASAN TATA RUANG DI KABUPATEN BANYUMAS

Kamis, 10 Mei 2012

Rehabilitasi Trotoar 3 Ruas jalan di Purwokerto

Trotoar adalah jalur pejalan kaki yang umumnya sejajar dengan jalan dan lebih tinggi dari permukaan perkerasan jalan untuk menjamin keamanan pejalan kaki yang bersangkutan. (wikipedia)

Rehabilitasi trotoar telah menjadi salah satu prioritas pembangunan di Perkotaan Purwokerto pada tahun 2012. Hal ini dilatarbelakangi kewajiban pemerintah untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakatnya yang salah satunya adalah masyarakat pejalan kaki 

Sehubungan dengan hal tersebut telah melakukan Pemerintah Kabupaten Banyumas pada tahun 2012 melakukan rehabilitasi terhadap beberapa trotoar seputar Perkotaan Purwokerto yang antara lain Jalan Overste Isdiman, Jalan Wiryaatmaja, dan Jalam Dokter Angka.

Perbaikan / rehabilitasi Jalan Overste Isdiman dan Jalan Wiryaatmaja akan dilaksanakan dalam 5 bulan atau 150 hari kerja dengan APBD Kabupaten Banyumas Tahun 2012 dengan target rehabilitasi trotoar, drainase/saluran air bawah trotoar dan peremajaan tanaman peneduh


Usaha untuk memisahkan pejalan kaki dari arus kendaraan bermotor dengan membangun/merehabilitasi trotoar - trotoar yang ada di Perkotaan Purwokerto diharapkan menjadi salah satu bentuk manajemen lalu lintas yang pro ke semua stakeholders baik pejalan kaki maupun pengendara bermotor.
Tidak bercampurnya para pejalan kami dan pengendara bermotor juga diharpakan mampu mengurangi tinggak kecelakaan yang ada di jalan - jalan protokol di Perkotaan Purwokerto

Pekerjaan rumah besar yang dihadapi dan harus diselesaikan secara bertahap dalam rehabilitasi trotoar ini adalah bagaimana semakin memperbanyak pembangunan/rehabilitasi trotoar yang ada di Perkotaan Purwokerto serta mengurangi pemanfaatan trotoar yang tidak sesuai dengan peruntukannya seperti PKL, pemanfaatan trotoar untuk parkir, dan lain sebagainya.




Tetapi dengan kembali ke kharakter asli masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Banyumas yang watak aslinya dibentuk dari budaya gotong royong, maka apabila program ini di sengkuyung bersama - sama, Pemerintah Kabupaten Banyumas optimis bisa menciptakan trotoar - trotoar yang lebih baik secara fisik maupun pemanfaatannya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar