MEDIA KOMUNIKASI & INFORMASI MENGENAI PERENCANAAN, PEMANFAATAN & PENGAWASAN TATA RUANG DI KABUPATEN BANYUMAS

Kamis, 28 Juni 2012

DED RTH Kelurahan Arcawinangun (Green Open Space P2KH Kabupaten Banyumas)

Pembangunan ruang terbuka hijau (green open space) yang merupakan salah satu target pencapaian dalam program P2KH (Program Pengembangan Kota Hijau) pada tahun 2012 ini. Kabupaten Banyumas sebagai salah satu Kabupaten/Kota yang berkomitmen pada program ini telah melakukan berbagai langkah untuk mencapai target green open space ini.
Salah satunya adalah dengan hampir finalnya DED RTH Arcawinangun yang direncanakan akan dibangun pada tahun 2012 oleh Pemerintah Pusat melalui satuan kerja yang ada di Provinsi. DED RTH di Kelurahan Arcawinangun direncanakan mengadopsi 6 elemen yang ada dalam program P2KH dalam bentuk fisik. ke - 6 elemen tersebut antara lain : 
  • Green Open Space
  • Green Transportation
  • Green Water
  • Green Waste
  • Green Energy
  • Green Building
Green Open Space
Green open space diimplementasikan dengan membangun taman ini yang didominasi oleh ruang hijau dengan memanfaatkan vegetasi - vegetasi lokal serta vegetasi - vegetasi yang disukai oleh hewan - hewan seperti burung, kupu - kupu, dan lainnya.
Untuk perkerasan jalan direncanakan juga menggunakan grass block agar semakin banyak area di RTH ini yang mampu menyerap air hujan


Green Transportation
Di dalam DED ini tidak ada area untuk parkir kendaraan bermotor, karena dalam mengusung tema green transportation ini diharapakan seminimal mungkin adanya transportasi yang menimbulkan polusi. Bentuk fisik dari green transportation dalam taman ini antara lain trotoar untuk pejalan kaki, jogging track, serta parkir dan rute sepeda.

Green Water
Konsep green water diharapkan bisa direalisasikan dengan diusungnya rencana pembuatan sumur resapan, biopori, drinking stand, dan  sprinkler yang bisa menggunakan air limbah.
Sumur resapan yang ada diharapkan bisa mencapai minimal 15 unit.

Green Waste
Green waste di taman ini mengusung tema utama penanganan sampah yaitu 3 R (Reduce - Reuse - Recycle). Bentuk fisik yang akan dibangun masih dalam proses perencanaan tetapi salah satu contoh yang bisa diterapkan adalah pemanfaatan bekas bantalan rel kereta api sebagai tempat duduk.

Green Energy
Dengan memanfaatkan sinar matahari diharapkan bentukan fisik seperti panel surya untuk lampu taman dan penerangan dengan tenaga surya bisa diimplemetasikan sebagai jalan untuk mengurangi pemanfaatan energy dari PLN maupun sumber lain yang menimbulkan pencemaran seperti generator diesel. 

Green Building 
Bangunan dengan fungsi peneduh diusahakan dibangun dengan mengusung tema ramah lingkungan. Bangunan yang direncanakan antara lain pergola, pos jaga serta toilet dengan tanaman rambat diatasnya.



Di harapkan dengan disetujuinya DED ini oleh Pemerintah Pusat dan Satker Provinsi maka bentuk fisik taman ini bisa diselesaikan di akhir tahun 2012. Semoga !

Senin, 25 Juni 2012

"Serangan Fajar" Komunitas Hijau Banyumas di Sungai Kranji

Minggu, 24 Juni 2012 Komunitas Hijau yang sudah terbentukbentuk dalam Program P2KH bersama warga sekitar sungai kranji, warga hulu Sungai Kranji (Desa Melung), Warga Kelurahan Mersi, Warga Kelurahan Arcawinangun berserta SKPD Pemerintah Kabupaten Banyumas bersama - sama membersihkan sampah yang ada di Sungai Kranji terutama yang berada di sekitar bendungan depan SMP 1 Purwokerto maupun di bawah jembatan Jalan Jendral Sudirman.

Gerakan ini merupakan awal dari berbagai kegiatan yang direncanakan oleh Komunitas Hijau Banyumas setelah dibentuk pada Senin, 11 Juni 2012.
H.A Wahyudi dari Biodiversity Community yang membidangi masalah sungai di Komunitas Hijau Banyumas ini berinisiatif untuk melakukan kegiatan ini dalam rangka mencoba membuat langkah kecil untuk menggugah masyarakat Purwokerto agar lebih mencintai sungai sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat agar selalu menjaga kebersihan sungai. Diharapkan serangan fajar ini akan segera ditindaklanjuti di wilayah lain dengan sekaligus membentuk komunitas - komunitas pencinta sungai sekaligus dalam terus mengembangkan program - program yang berkaitan dengan Kota Hijau.
Tumpukan sampah baik sampah organik maupun non organik kalau dibiarkan menumpuk disungai menyebabkan semakin tingginya sendimentasi yang ada, sehingga sungai semakin mendangkal dan alirannya mejadi terganggu. selain itu tumpukan sampah yang ada akan pasti akan menyebabkan pencemaran sungai yang pada akhirnya terjadi perubahan biota yang ada serta munculnya ancaman bagi kelangsungan kehidupan manusia jika cemarannya sampai pada tahap cemaran logam berat.

Kedepan diharapkan masyarakat semakin menyadari pentingnya pengelolaan sampah terutama dengan pola 3R yakni reuse, reduce, dan recycle.

Kamis, 21 Juni 2012

Roadshow ke 2 - Sosialisasi Perda IMB dan Perda Bangunan Gedung di Kecamatan Kembaran

Setelah roadshow pertama yang dilakukan di aula pertemuan Kecamatan Kedungbanteng pada Rabu, 13 Juni 2012, sosialisasi kedua dilaksanakan di Kecamatan Kembaran dengan peserta sosialisasi para perangkat desa/keluarahan dari 2 kecamatan yaitu Kecamatan Kembaran dan Kecamatan Sumbang.
 
Dengan hampir sekitar 45 peserta sosialisasi (20 peserta dari Kecamatan Sumbang dan 25 peserta dari Kecamatan Kembaran) diharapkan kedua perda ini menjadi salah  alat/tools bagi para perangkat desa dan kecamatan dalam melayani masyarakat khususnya dalam perizinan bangunan gedung.
Permasalah IMB dan perizinan bangunan gedung sering menjadi pangkal dan akar permasalahan antar tetangga, diharapkan sosialisasi ini bisa menjadi salah satu acuan solusi apabila terdapat permasalahan di tingkat akar rumput untuk kasus - kasus yang berkaitan dengan IMB dan bangunan gedung seperti bangunan yang dempet.

Kamis, 14 Juni 2012

Progres Penghijauan di Perumahan Bersole Indah (Langkah Kecil dalam P2KH)

Salah satu langkah kecil penghijauan yang sudah dilakukan ibu – ibu di Perumahan Bersole Indah, Kelurahan Karangpucung RT.02 RW. 09 pada Jumat, 9 Desember 2011 yaitu melakukan penghijauan dan penanaman pohon di sepanjang jalan – jalan perumahan tersebut.
Seiring bergulirnya program P2KH di Perkotaan Purwokerto tahun 2012, kegiatan yang dilakukan diatas dapat dijadikan sebagai salah satu role model pengembangan komunitas hijau di berbagai lokasi di Perkotaan Purwokerto. Komunitas hijau merupakan elemen yang sangat vital dalam program P2KH ini karena tanpa adanya keterlibatan mereka, keberhasilan program ini sangat sulit untuk mencapai titik keberhasilan.

Tingkat keberhasilan penghijauan di Perumahan Bersole Indah berdasarkan data di lapangan mencapai 95 %, hal ini terlihat dari pohon - pohon yang semakin membesar dan menghijau semenjak 6 bulan penanamannya. memang terdapat beberapa pohon yang mati, tetapi matinya pohon - pohon tersebut dikarenakan faktor - faktor non teknis seperti tertabrak mobil, bukan karena perawatan yang tidak maksimal.
 Salah satu Pohon Glodogan yang menghijau di Perumahan Bersole Indah

Keberhasilan penanaman yang mencapai 95 % ini jelas tidak akan tercapai jika tidak ada peran aktif komunitas yang ada dalam turut merawat serta memelihara pohon - pohon yang sudah ditanam.
Apresiasi yang tinggi dari Bidang Penataan Ruang, DCKKTR Kabupaten Banyumas untuk progres 6 Bulan yang cukup memuaskan.
  Pohon Glodogan di Perumahan Bersole Indah

Sosialisasi Perda IMB dan Perda Bangunan Gedung di Kecamatan Kedung Banteng


Seiring di sahkannya 2 aturan terbaru yang merupakan bagian dari aturan teknis penataan ruang yaitu Perda no. 3 tahun 2012 mengenai Bangunan Gedung dan Perda no. 7 Tahun 2011 mengenai IMB maka Bidang Penataan Ruang, DCKKTR Kabupaten Banyumas menindaklanjuti dengan mengadakan roadshow sosialisasi kedua perda tersebut.
Roadshow pertama dilakukan di aula pertemuan Kecamatan Kedungbanteng pada Rabu, 13 Juni 2012 dengan peserta sosialisasi para perangkat desa/keluarahan dari 3 kecamatan yaitu Kecamatan Kadungbanteng, Kecamatan Karanglewas, dan Kecamatan Baturaden.


Dalam roadshow ini peserta cukup antusias hal ini bisa dilihat indikator banyaknya peserta yang hadir serta diskusi yang cukup berkembang selama acara ini. Materi diskusi yang terangkat dalam sosialisasi ini antara lain :
1. Penindakan terhadap pelanggaran kedua perda diatas
2. Biaya administrasi pengurusan IMB
3. Pembagian kewenangan dalam penerbitan IMB antara kecamatan dan BPMPP Kab. Banyumas
4. Kuota perizinan Rice Mill per kecamatan
5. Permasalah jarak permukiman dengan peternakan ayam
6. Ide untuk pengadaan IMB masal di desa - desa

Dengan hampir sekitar 50 audience dari perwakilan 3 kecamatan diharapkan kedua perda ini bisa diimplementasikan lebih baik dan lebih luas sehingga penataan ruang di Kabupaten Banyumas bisa bergerak selangkah lebih baik dari kondisi sebelumnya. Coverage yang sangat luas dari Kabupaten Banyumas memang agak menyulitkan pengawasan dari implementasi kedua perda ini tetapi dengan sosialisasi semacam ini yang langsung menjemput bola diharapakan kendala - kendala yang ada menjadi berkurang.
Untuk selanjutnya sosialisasi kedua perda ini akan kembali dilaksanakan di kecamatan - kecamatan lainnya di Kabupaten Banyumas.

Senin, 11 Juni 2012

Pembentukan Komunitas Hijau Banyumas

Purwokerto, 11 Juni 2011.
Seiring bergulirnya P2KH (Program Pengembangan Kota Hijau) di Kabupaten Banyumas, salah satu tahapan yang harus dilakukan adalah pembentukan komunitas hijau. Sekitar 17 komunitas pecinta lingkungan hadir dalam pembentukan forum ini yang antara lain :
1. UPL MPA (Mahasiswa Pecinta Alam) UNSOED
2. ISAPMAS (Ikatan Sepeda Antik Purwokerto Banyumas)
3. Biodiversity Society (Pecinta/Pengamat Burung) Purwokerto
4. Komunitas Mapping Banyumas
5. Mapala Bisakpala (Mahasiswa Pecinta Alam) BINA SARANA INFORMATIKA
6. Kompleet Banyumas (Komunitas Peduli Gunung Slamet)
7. KSM Adipati Mersi (Komunitas Bank Sampah)
8. MIPL AMIKOM (Mahasiswa Pecinta Alam)
9. KSM Tunas Harapan Karangsalam Baturaden (Komunitas Bank Sampah)
10. Komunitas Arsitek Barlingmascakeb
11. Satria Reptil (Komunitas Pecinta reptil)
12. Mapala Satria UMP (Mahasiswa Pecinta Alam)
13. Caprapala Fakultas Peternakan UNSOED (Mahasiswa Pecinta Alam)
14. Bio Explorer Fakultas Biologi UNSOED (Mahasiswa Pecinta Alam)
15. Bank Sampah Mandiri Kelurahan Purwokerto Lor
16. LPPSLH Purwokerto (LSM Lingkungan)
17. Komunitas Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon Perumahan Bersole Indah
Selain komunitas - komunitas pecinta lingkungan, juga hadir dalam acara ini berbagai unsur dari pemerintahan yang diwakili oleh beberapa SKPD Seperti BLH, Bappeda, Dispertanbunhut dan lainya.


Bertempat di auditorium Bappeda Kabupaten Banyumas, forum hijau ini dibentuk sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas lingkungan di perkotaan. Dan khusus untuk tahun 2012 ini Forum Hijau Banyumas akan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas akan menyusun beberapa kegiatan yang akan menjadi start awal dan rel pengembangan Perkotaan Hijau Purwokerto. Kegiatan itu antara lain :
1. Penyusunan Master Plan RTH Perkotaan Purwokerto
2. Penyusunan Green Map (Peta Hijau) Perkotaan Purwokerto
3. Penyusunan DED Taman Kota di Kelurahan Arcawinangun.
Dalam menyukseskan 3 kegiatan di atas Forum Hijau Banyumas akan didampingi oleh tenaga ahli yang sudah expert dibidangnya. Tenaga ahli merupakan para ahli yang dibiayai oleh pemerintah pusat untuk membantu proses P2KH di Kabupaten Banyumas.

Dalam pembentukan Forum Hijau ini yang disepekati bersama pada pukul 12.40 WIB juga dibentuk kepengurusan yang secara detail adalah sebagai berikut :
Ketua               : Henry Budi N (Komunitas Bank Sampah Kel. Arcawinangun)
Wakil Ketua      : Timur Sumardiyanto (Biodiversity Society)
Sekretaris         : Buyah Prihanton (KSM Tunas Harapan Karangsalam)
Bidang - Bidang 
Bid. Advokasi Lingkungan                       : Sugeng Amin (Bag. Hukum Setda Banyumas)
Bid. Pelestarian Penghijauan & SDH       : Tatik Setyaningsih (Caprapala Fak. Peternakan UNSOED)
Bid. Pendidikan                                     : Anhar (LPPSLH)
Bid. Persampahan                                 : Satiman (KSM Adipati Mersi)
Bid. Sungai                                           : H.A Wahyudi (Biodiversity Society)

Dengan terbentuknya Forum Hijau Banyumas ini diharapkan program - program lingkungan yang ada di Kabupaten Banyumas khususnya Perkotaan Purwokerto bisa berjalan dengan lebih terarah dan mengena sasaran serta semakin tingginya minat masyarakat dalam mejadikan envirotment care sebagai sebuah lifestyle.

KAMI TUNGGU KOMUNITAS - KOMUNITAS LAIN UNTUK BERGABUNG DENGAN FORUM KOMUNITAS BANYUMAS HIJAU. 

Silahkan menghubungi Mas Henry di Bank Sampah Arcawinangun atau ke bidang tata ruang DCKKTR Kab. Banyumas.


LET'S MAKE BANYUMAS GREEN !!!



Kamis, 07 Juni 2012

(Kupat Mendoan) Oleh - oleh dari kawan mengenai P2KH dari negeri seberang

Ir. Agus Cholid H, MT, kepala dinas DCKKTR Kabupaten Banyumas periode 2009 - 2011 merupakan salah satu tokoh alumnus DCKKTR Kabupaten Banyumas yang cukup perhatian terhadap penataan ruang Kabupaten Banyumas semasa aktif maupun setelah purna jabatan.

Dengung P2KH (Program Pengembangan Kota Hijau) di Kabupaten Banyumas cukup menginspirasi beliau untuk memberikan oleh - oleh mengenai contoh pengembangan kota hijau dari negeri seberang (Singapore). 
Beberapa konsep yang menarik juga ditawarkan oleh beliau mengenai berbagai ide maupun strategi yang bisa dikembangkan dalam P2KH Kabupaten Banyumas 2012. Selain itu beberapa contoh real dalam foto juga beliau bagikan, sebagaimana foto - foto yang tercantum dalam web ini.
Singapore merupakan sebuah negara pulau sekaligus sebuah kota yang berada di sebelah utara Kepulauan Riau dimana mereka dikenal sebagai salah satu pusat keuangan dunia sekaligus kota kosmopolitan yang mempunyai sangat strategis dalam perdagangan dan keuangan internasional.

Dalam dunia tata kota, Singapore memang dikenal sebagai salah satu kota dengan perencanaan fisik yang terbaik untuk wilayah dengan iklim tropis. 
Garden City merupakan konsep yang mereka pakai dalam merencanakan dan mengembangkan kotanya mengadopsi konsep Ebenezer Howard, meski konsep ini tetap di modifikasi sesuai dengan alam yang ada. Meski terus membangun mereka tetap mengusung konsep pembangunan vertikal (gedung - gedung pencakar langit) namun tanaman yang hijau hampir menghampar si seluruh sudut kota. Hamparan hijau campuran antara tanaman tahunan keras dan berbagai jenis bunga  memberikan cerita keseimbangan hidup antara tanaman, hewan, dan manusia dalam satu wadah kota.
Kebiasaan masyarakat Singapore sangat senang menggunakan transportasi publik juga turut memberikan goresan kenyamanan serta kemudahan para pemakai moda transportasi dalam bergerak ke seluruh pojok kota ini. 

Tersebut cerita mengenai taman kota, pedestrian, public transportation hingga pohon – pohon yang rimbun sebagai peneduh menjadi contoh sekaligus benchmark yang bagus bagi pengembangan Perkotaan Purwokerto, Kabupaten Banyumas khususnya dalam program P2KH.

Mari kita  jadikan Perkotaan Purwokerto sebagai Kota Hijau, Semangat !!!!